Thursday, January 26, 2012

KBB #27: Fortune Cookies



Untuk kali ini tantangannya benar2 menantang dan bakalan bikin tangan kepanasan.. Kue debus kalo kata temen2.. Bikinnya nggak susah sih, tapi harus sabar dan gerak cepat. Sekali ngoven cuma bisa 2 biji supaya waktu dilipat nggak keburu kering.
Kue apaan sih? Silahkan baca keterangannya dibawah ini:

Fortune Cookie atau Kue Keberuntungan adalah sebuah kue yang tipis dan renyah, yang berisi sepotong kertas dengan kata-kata yang berisi petuah atau ramalan. Meskipun biasanya disebut sebagai kue keberuntungan Tionghoa, kue ini sesungguhnya diciptakan pertama kali di California, Amerika Serikat, dan bukan di Tiongkok.

Fortune Cookie banyak dijumpai di restoran China di Amerika. Disajikan setelah selesai makan oleh pelayan restoran sambil menyodorkan bill (rekening). Tidak hanya saat Tahun Baru Imlek, tapi sepanjang tahun. Fortune cookie adalah kue yang mungil dan renyah. Bahannya mirip bahan kue "semprong" tapi tidak gampang hancur. Mengapa diberi nama kue keberuntungan? Karena di dalam Fortune Cookie yang berukuran kecil dan teksturnya renyah ini akan ditemukan pesan `keberuntungan' yang ditulis di secarik kertas putih. Isi tulisan tersebut beragam. Ada yang isinya sekumpulan angka (siapa tahu bisa menang lotere), atau pesan-pesan asmara. Namun, kebanyakan isinya adalah petuah-petuah bijak dari negeri Tiongkok.

Menurut sejarah, Fortune Cookies berasal dari San Fransisco. Kue ini ditemukan oleh Makoto Hagiwara, keluarga asal Jepang pemilik Japanese Tea Garden di Golden Gate Park, San Fransisco, pada tahun 1909. Sempat ada orang lain yang mengklaim sebagai penemunya. Namanya David Jung; pendiri Hong Kong Noodle Company di Los Angeles. Namun, setelah melalui proses persidangan, pengadilan memutuskan bahwa Hagiwara-lah penemu yang sah.

Tak perlu terlalu serius menanggapi pesan dalam kue. Ada beberapa variasi `permainan' dalam mengonsumsi kue ini . Ada yang menganggap kue harus dimakan sampai habis agar keberuntungan terwujud, dan sebaliknya, kue tidak usah dimakan jika pesan di dalamnya tidak berisi keberuntungan. Itu bagi orang yang berpendapat bahwa pesan harus dibaca sebelum kue dimakan. Namun, ada pula yang menganggap kue harus dihabiskan dulu sebelum pesan dibaca.

Ini resepnya:


Fortune Cookie
Source: http://chinesefood.about.com




Fortune cookies can be tricky to make - it's important to make sure that the cookie batter is spread out evenly on the baking sheet. Instead of using the back of a wooden spoon to spread the batter, it's better to gently tilt the baking sheet back and forth as needed. Wearing cotton gloves makes it easier to handle and shape the hot cookies. This fortune cookie recipe makes about 10 cookies.
Prep Time: 15 minutes


Cook Time: 15 minutes


Total Time: 30 minutes


Ingredients:


2 large egg whites
1/2 teaspoon pure vanilla extract
1/2 teaspoon pure almond extract
3 tablespoons vegetable oil
8 tablespoons all-purpose flour
1 1/2 teaspoons cornstarch
1/4 teaspoon salt
8 tablespoons granulated sugar
3 teaspoons water
Preparation:


1. Write fortunes on pieces of paper that are 3 1/2 inches long and 1/2 inch wide. Preheat oven to 300 degrees Fahrenheit. Grease 2 9-X-13 inch baking sheets.


2. In a medium bowl, lightly beat the egg white, vanilla extract, almond extract and vegetable oil until frothy, but not stiff.


3. Sift the flour, cornstarch, salt and sugar into a separate bowl. Stir the water into the flour mixture.


4. Add the flour into the egg white mixture and stir until you have a smooth batter. The batter should not be runny, but should drop easily off a wooden spoon.
Note: if you want to dye the fortune cookies, add the food coloring at this point, stirring it into the batter. For example, I used 1/2 teaspoon green food coloring to make green fortune cookies.


5. Place level tablespoons of batter onto the cookie sheet, spacing them at least 3 inches apart. Gently tilt the baking sheet back and forth and from side to side so that each tablespoon of batter forms into a circle 4 inches in diameter.


6. Bake until the outer 1/2-inch of each cookie turns golden brown and they are easy to remove from the baking sheet with a spatula (14 - 15 minutes).


7. Working quickly, remove the cookie with a spatula and flip it over in your hand. Place a fortune in the middle of a cookie. To form the fortune cookie shape, fold the cookie in half, then gently pull the edges downward over the rim of a glass, wooden spoon or the edge of a muffin tin. Place the finished cookie in the cup of the muffin tin so that it keeps its shape. Continue with the rest of the cookies


Bahan2 dan proses pembuatan:





Yang jadi kendala disini adalah ovennya lagi ngadat. Kalau pakai api kecil langsung mati. Jadi mau nggak mau pake api agak besar. Alhasil cookie matangnya tidak sempurna. Pinggirnya udah gosong, tengahnya masih lembek.






Hasil akhir:
Meskipun hasilnya kurang memuaskan, rasanya untuk nyoba lagi pikir2 dulu deh.. ribet dan lama.. hehe.. Tapi biar gimana juga, terima kasih buat KBB yang udah memperkenalkan cara pembuatan kue ini. Yang sebelumnya cuma tau bentuk kuenya dari foto sekarang udah tau gimana cara buatnya.
Buat ibu2 host buCit n Shirley terima kasih banyak udah bersedia jadi host.


Sampai jumpa di tantangan KBB #28


Wednesday, November 30, 2011

KBB #26 - PANETTONE





Sebelum ada tantangan ini, saya sama sekali nggak tau apa itu PANETTONE. Itulah hebatnya KBB, selalu memberi perbendaharaan resep yang baru melalui tantangan2nya.


Inilah Sejarah PANETTONE:
Roti Italia yang bersejarah, dihiasi dengan buah-buahan mungil bak permata seperti citrus dan raisin, pertama kali dibuat di Milan sekitar tahun 1490. Roti ini kemudian secara cepat menyebar ke seantero Italia, dari pegunungan Alpen di Utara, hingga ke Sisilia di Selatan. Cerita legenda yang populer adalah mengenai asal usul dari panettone.


Cerita yang paling populer adalah cerita tentang bangsawan muda yang jatuh cinta kepada seorang anak peremepuan dari seorang chef pastry bernama Toni. Untuk memberi kesan kepada ayah dari perempuan yang dia cintai, pemuda tersebut menyamar menjadi chef pastry junior yang sedang magang, yang lalu menciptakan roti berbentuk kubah (dome) yang manis dengan rasa khas. Roti rasa baru ini laku keras, orang berbondong-bondong antri di toko roti tersebut untuk membeli roti pan de Toni.


Di Milan, para pengusaha memiliki kebiasaan untuk memberikan roti panettone sebagai kado natal kepada klien-klien mereka. Namun, jauh sebelumnya, panettone dikenal sebagai makanan mewah, yang tidak semua orang mampu membelinya. Hingga pada suatu saat, tehnik-tehnik produksi baru bisa menekan biaya produksi sehingga membuat panettone bisa terjangkau semua orang. Sebuah proses yang mengkombinasikan ragi dengan paper mould akan membuat ragi merata di adonan roti sehingga menjadi roti yang sangat ringan.


Saat ini panettone, dikenal di seluruh dunia dengan berbagai variasi, dengan diisi krim, ditutup dengan coklat dan icing almond. Roti ini dijual dalam kemasan cantik. Panettone dapat dinikmati dengan seribu satu cara, dipotong tipis atau tebal, disiram dengan berbagai saus, diisi atau ditutup dengan krim. Sangat cocok sekali di toasted untuk sarapan pagi, dicelup ke susu dingin atau panas, hingga melunak. Panettone bukan hanya tradisi natal, tapi juga pelengkap yang lezat untuk hidangan yang nikmat.



RESEP:


Panettone (traditional Italian christmas bread)
Source: The Worldwide Gourmet
Bahan :
1 ½ cakes of fresh bakers yeast (ragi)
65 ml (1/4 cup) gula
6 tbsp air hangat
6 kuning telur
Lemon zest dari 1 buah lemon
Sejumput garam
500-750 ml (2-3 cups) tepung terigu
100 ml (6 sdm) potongan candied peel
100 gr (6 sdm) + 2 sdm butter/mentega
4 sdm sultana
4 sdm currant (beri berian :P)
1 sdt vanilla




Cara Membuat :
Masukan 1 sdm gula dan ragi kedalam susu hangat, diamkan selama 3 menit. Kemudian mix dan istirahatkan ditempat yang kering dan hangat (contoh diatas oven yang sebelumnya telah dipanaskan) sampai volume campuran menjadi 2 kali lipatnya, kurang lebih 5 menit.
Masukan campuran tersebut kedalam mangkuk, tambahkan kuning telur, vanilla, parutan kulit lemon, garam dan sisa gula. Campur 500 ml (2 cup) tepung terigu secara bertahap sampai lembut ditangan dan adonan dapat dibulatkan. Kemudian campurkan potongan butter sedikit demi sedikit sampai adonan menjadi lebih lembut dan lebih elastis.
Campur 125 hingga 250 ml (1/2 hingga 1 cup) terigu sampai adonan lebih kokoh, lembut dan tidak lengket.
Letakan adonan diatas meja kerja yang telah di taburi sedikit terigu. Uleni adonan kurang lebih 10 menit. Setelah adonan lebih lembut masukan kedalam wadah yang telah di olesi butter, taburi dengan sedikit tepung terigu tutup dengan kain dan letakan ditempat yang kering kurang lebih selama 45 menit sampai adonan bertambah volumenya dua kali lipat.
Kempiskan adonan, tambakan candied lemon peel, kismis dan currants kemudian uleni sampai semuanya tercampur rata.
Taruh kertas roti yang telah di olesi butter dua sisinya dalam loyang besar, masukan adonan dan beri jejak (torehan) diatasnya. Tutup dengan kertas yang telah diolesi butter dan diamkan selama 15 menit di tempat hangat sampai adonan mengembang, Angkat kertas dari atas adonan dan oleskan butter diatas adonan tersebut.


Panaskan oven dengan suhu 200 derajat celcius (400 derajat F), taruh loyang yang telah berisi adonan dalam oven dan panggang kurang lebih 10 menit, turunkan suhu oven ke 160 derajat celcius (350 derajat F) dan panggang lagi selama 30 sampat 40 menit, oleskan adonan roti dengan lelehan butter, roti akan matang setelah bagian atasnya berubah menjadi keemasan dan krispy.
Angkat dari oven dan biarkan selama 15 menit kemudian keluarkan dari loyang.
--------


Kali ini pengen bikin di awal bulan, biar nggak mepet terus setornya. Baru tanggal 4 nih.. mumpung semangat, bikin ah..


Bahan2:


Proses:
Percobaan pertama gagal! si Panettone jadi si 'buruk rupa'.. huhuhu... kesalahan di proses pengulenan, kurang lama, kurang sabar.. adonan nggak sampai lembut dan lentur. Untung waktu masih panjang.. Nggak apa2.. coba lagi..! Semangat!

Percobaan kedua nih... baru sempet ngerjain di akhir bulan.. 

 Kali ini pakai loyang kecil2.. alhamdulillah berhasil! Horee..

dipitain biar cantik...:)
Roti ini enak dinikmati di pagi hari ditemani secangkir teh hangat. Hmmm... yummy...

Dan Lulus! Alhamdulillah..
Terima kasih ibu2 host yang cantik, makLin & makEls..





Wednesday, September 28, 2011

KBB#25 : Devonshire ‘Birthday Party’ Tea





... di ulang tahun KBB yang ke-4 ini, kita akan rayakan dengan minum teh bareng, daaaaaaaaaaan... tentu dengan teman spesialnya: scones...

Devonshire tea adalah sebuah sajian minum teh khas Inggris yang konon berasal dari daerah Devon, dimana scones disajikan bersama clotted cream dan selai. Clotted cream merupakan krim kental yang kandungan lemaknya sangat tinggi, sehingga tidak banyak dikonsumsi.
Scones berasal dari kata sconbrot, merupakan ‘roti’ khas Skotlandia yang pada akhirnya diadaptasi oleh masyarakat Inggris menjadi makanan khas Inggris yang pembuatannya hanya meliputi tiga bahan utama: tepung, mentega dan susu. Tekstur scones haruslah ringan, dan tidak berat dan tidak basah seperti brownies, dengan demikian baking powder banyak digunakan sebagai bahan pengembang.
Rasa scones bermacam-macam, namun secara tradisional, scones disajikan plain dan tidak memakai banyak gula. Selain itu, scones populer dipanggang bersama cincangan kurma, kismis, sultanas, atau currants.

Karena tantangan kali ini dibuat dalam rangka ulang tahun KBB ke 4, ada ketentuan tambahan dari mods..

Ketentuan KBB#25:
1. Membuat scones, baik dari tepung terigu, self-rising flour, wholemeal, atau gluten-free, silakan dikreasikan sendiri.
2. Menyajikan scones sesuai dengan tradisi Inggris, yaitu disajikan bersama clotted cream (dapat diganti dengan thick cream atau whipped cream), selai sesuai selera, dan secangkir teh susu.
3. Member dapat memposting resep sendiri, resep dari sumber-sumber lain dengan menyebutkan sumber asli tentunya, atau memakai resep yang diberikan oleh KBB.


Resep Scones:
Sumber: Edmonds Cookery Book, NZ.
Untuk 12 potong
3 cups tepung terigu
6 sdt baking powder
¼ sdt garam
75g mentega
1 - 11/2 cup susu segar
ekstra susu

Ayak tepung, baking powder, dan garam ke dalam mangkuk. Masukkan mentega dan remas hingga berbulir2 seperti remah roti. Tambahkan susu dan aduk cepat menggunakan pisau sampai adonan lembut. Gilas beberapa kali. Tabur tepung sedikit ke atas baking tray. Letakkan dan tekan-tekan adonan scones di atas baking tray. Iris 12 potongan yg sama. Sisakan jarak 2cm antara satu scones dengan yang lainnya. Olesi susu segar di atas scones. Panggang dengan oven 220C selama 10 menit atau hingga matang kecoklatan.

Date Scones
Tambahkan ¾ cup kurma cincang, 1 sdm gula dan ½ sdt bubuk kayu manis ke dalam tepung. Sebelum dipanggang, taburi scones dengan campuran bubuk kayu manis dan gula.

Sultana Scones
Tambahkan ¾ - 1 cup sultanas ke adonan tepung.
====

Baiklah, mari kita mulai. Aku pake resep yang dari KBB.
Siapkan bahan2nya: (Fillingnya pakai kismis saja..)

Prosesnya: 

Diolesi selai, dan krim kental.. dinikmati dengan secangkir teh.. hmmm...yumm..yummm.. 

Selamat ulang tahun ke-4 KBB. Semoga tantangannya semakin seru dan membernya semakin kompak.. aamiin..


Terima kasih host duo AS, Arfi dan Santi alias Igel.. 

Dan ini tanda lulusnya..

Sampai jumpa di tantangan KBB #26


Sunday, July 31, 2011

KBB #24: Rich Chocolate Tart








Tantangan KBB #24 adalah bikin Rich Chocolate Tart. Baca judulnya udah kebayang deh kue yang pasti 'kaya' dengan rasa coklatnya.. hmmm.. pasti yummy..
Sesudah baca resepnya, ternyata yang harus dibikin kali ini sejenis pie coklat dengan filling coklat juga. Kayaknya nggak susah nih.. karena udah biasa bikin pie.. tinggal ngikutin petunjuk dari resepnya aja.
Karena baru sempat ngerjain di akhir deadline (maaaap ibu2 host, sibuk banget niih), bikinnya nggak boleh sampe gagal..

Dimulai dengan persiapan bahan2:

Bahan pastry:
terigu, coklat bubuk, kuning telur, mentega dingin.
bawah kiri, sesudah dicampur hasilnya ngeprul, ternyata mentega kurang dan gulanya ketinggalan (bawah kanan).

Bahan filling:
Kuning telur, telur utuh, gula, krim kental, DCC leleh, vanilla bubuk.

Lalu proses pembuatannya.
Meskipun udah sering bikin pie, masih ada aja kendala waktu ngerjain tantangan ini.
Kendala pertama, salah baca resep pembuatan tart shell.. gula nggak kebaca, mentega salah ukuran, terlalu sedikit.. waktu dicampur koq masih ngeprul.. untuk cepet sadar.. perbaiki dulu deh.. campur, ulen, simpan di kulkas.
Kendala kedua, api oven beberapa kali mati.. nggak tau kenapa kali ini oven nggak mau bersahabat, si api sampai 3 kali mati.. waktu ngoven tart shell mati sekali, waktu ngoven sesudah diisi filling sampai 2 kali mati.
Alhamdulillah meskipun banyak kendala akhirnya selesai juga tantangan ini.

Proses pencampuran bahan tart shell nggak pake FP, tapi pakai ujung2 jari.. jadinya adonan kurang halus.
Sesudah keluar dari kulkas, digiling. Diletakkan di loyang pie. 1 resep cukup untuk 1 loyang pie ukuran 24cm.Loyang pie punyaku kecil, masih ada sisanya. Aku pakai cetakan pie kecil 10 biji. Masih ada sisa, pake ramekin aja deh..
Sebelum masuk oven, yang gede2 di-ganjel beras, yang kecil2 ditusuk2 pakai garpu. Gunanya supaya shell nggak menggembung.


Proses pembuatan filling.
Atas: Gula & telur dikocok.. mangkok terlalu kecil, dipindah ke mangkok yang lebih besar.
Bawah: tuang krim kental, coklat cair & vanilla bubuk. Tuang ke tart shell.
Coklat cair udah mulai gerindilan.. jadinya nggak mulus.

Hasilnya:
Yang kecil2 bisa dikeluarin duluan.. jadi mejeng duluan deh.
Masih polos..

Udah didandanin..


Yang gede bisa mejeng juga..;)

Rasanya.. jangan ditanya lagi.. enaak dan moist banget!

Dan, lulus! Alhamdulillah..


Terima kasih ibu2 host Ade Sri & Rita Desy..


Sampai jumpa lagi di KBB #25





Wednesday, May 25, 2011

KBB#23 Cheesy Fun - LEMON CHEESECAKE





Untuk tantangan KBB #23 temanya adalah Cheesy Fun, yaitu membuat Lemon Cheesecake.
Yang namanya cheesecake udah bisa dibayangkan rasanya.. so pasti enak dong, apalagi dipadu dengan lemon yang seger.. hmmm.. yumm.. yumm..! tapiii.. bahannya itu lho.. kalo mau enak pastinya perlu cheese cream yang banyak yang harganya lumayan menguras kocek..!
Karena itulah teman2 KBB Bandung berinisiatif bikin latbar di rumah Olin, biar bisa share bahan, jadi khan lebih irit.. lagipula yang udah kebayang kalau nge-bar sama temen2 KBB Bandung pasti seru, heboh tapi tetap bisa berbagi ilmu dan pengalaman di bidang kuliner.
Sayangnya pada hari nge-bar di awal bulan Mei itu aku nggak bisa gabung karena ada hal lain yang lebih penting.. Ya, nggak apa2 deh.. ngerjain sendiri aja. Masih panjang waktunya.
Eh, tau2 aku dicolek Molly yang belum ngerjain PR juga untuk ngebar bertiga sama Tyas.. wah, kebetulan dong. Bertiga juga OKlah..
Akhirnya di hari H aku meluncur ke rumah Molly. Ternyata Tyas datang cuma mau nganterin bahan yang udah dia beli, tapi nggak bisa gabung karena suaminya masih sakit. Sesudah berbagi bahan, Tyas pamit pulang. Cepet sembuh buat si akang ya Tyas.
Tinggal aku & Molly ngerjain berdua.. Seru juga meskipun cuma berdua.
Acara nge-bar lumayan lama, dari persiapan bahan sampai pemotretan hasil akhir sekitar jam 5 sore baru beres.. res..
Alhamdulillah.. pulang masih bawa LCC buat yang di rumah..
Makasih banyak Molly dear.. seneng sekali bisa nge-bar berdua Molly..


Bahan2nya:

Bahan2 untuk cheesecake & untuk crust..


Step by step:

Atas: Lemon diparut kulitnya. Kacang2an diblender. Port, sultana, peach, lemon juice dipanaskan.
Bawah: proses pembuatan crust. Hanya cukup untuk 2,5 ring ukuran 8cm.


Proses pembuatan filling:


Hasil akhir..

Dasar crust agak gosong karena oven terlalu panas..
Rasanya enak, tapi lebih dominan rasa lemon.. sayang ya.. padahal kejunya khan lebih mahal..
Next time kalau mau bikin lagi port-nya dikurang, nggak usah banyak2..
Untuk keperluan pemotretan, yang dikeluarin duluan yang crustnya 1/2 ring karena agak sulit ngeluarin dari ringnya.. sisanya dibawa pulang.
Sebelum pulang, foto dulu sama Molly.. :)


Dan, lulus! Terima kasih ibu2 host..


Host untuk tantangan kali ini adalah sahabat2ku yang baik hati, jeng R di Surabaya dan Olin di Bandung..


Sampai jumpa di KBB #24.

Tuesday, March 29, 2011

KBB #22: Puding Karamel plus Spun Sugar



Tantangan untuk KBB#22 judulnya adalah "Made in Indonesia Plus", yaitu memadukan resep kreasi ahli kuliner Indonesia berupa kue atau puding dengan kreasi karamel.
Yang dimaksud dengan kreasi karamel disini adalah membuat Spun Sugar (Angel's Hair). Ahahaii... apalagi tuh? KBB memang top banget deh... selalu ngasih tantangan yang bikin kita bengong bin penasaran.. tapii.. yang pasti jadi menambah perbendaharaan resepku dan tambah lagi ilmuku di dunia perkulineran..
Mulai deh googling2, melototin youtube, dan tentunya ngikutin diskusi di milis KBB untuk cari tau yang namanya Spun Sugar. owwh.. ternyata Spun Sugar adalah karamel yang dikreasikan menjadi serabut halus yang berwarna keemasan, sering juga disebut 'rambut bidadari' yang digunakan untuk garnish pada cake/ puding.. hmmm... menarik sekaligus bikin deg2an karena dari obrolan temen2 di milis banyak yang mengalami kegagalan dan harus ngulang berkali2..
Berhubung baru sempet ngerjain tantangan ini di penghujung bulan, nggak boleh gagal nih.. bismillah.. 

Info tentang aturan main untuk KBB #22 ini bisa diintip kesini...
Untuk resep kue/ pudingnya syaratnya harus baked cake/pudding.. nggak boleh digoreng, direbus atau dikukus..
Pengen bikin puding aja, dan pilihan jatuh pada puding karamel.. alasannya, puding selalu disukai seisi rumah, pembuatannya dengan cara au bain marie, jadi sesuai dengan ketentuan.. dan kebetulan udah lama nggak bikin puding ini..
Bongkar resep dulu karena banyak resep puding karamel yang aku simpan.. dan akhirnya pilihan jatuh pada resep yang aku salin dari Sedap Sekejap (maaf nggak ada catatan edisinya).
Ini resepnya:

PUDING KARAMEL
sumber: Sedap Sekejap, dengan sedikit modifikasi.

Bahan:
Karamel : 150 gr gula pasir
1 sdt air jeruk lemon
Puding: 6 butir telur
125 gr gula pasir
600 ml susu cair
1 sdm maizena, larutkan dengan sedikit air
1 sdm kulit jeruk lemon

Cara membuat:
1. Karamel: gosongkan gula pasir, tambahkan air jeruk lemon. aduk rata. Tuang ke pinggan tahan panas.
2. Puding: Kocok telur dan gula hingga lepas dan gula larut.
3. Tuang susu sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Masukkan larutan maizena & kulit jeruk lemon. Aduk rata.
4. Saring, lalu tuang ke pinggan.
5. Oven dengan cara bain marie selama 1 jam dengan suhu 160 derajat C.

Bahan2 dan proses pembuatan puding karamel :
Bahan: Gula, jeruk lemon yang dipetik dari pohon sendiri di halaman depan rumah, susu, maizena & telur.
Proses yang sempat difoto: karamel yang udah jadi, adonan puding yang udah dituang di ramekin dan siap dioven.

Hasil: Puding karamelnya..

Untuk bikin Spun Sugar, resepnya dari host KBB:
Resep Spun Sugar (Angel’s Hair)
Sumber: Dessert Techniques by Le Cordon Bleu Cooking Schools
Alat: Pakailah whisk yang sudah tidak dipakai tetapi masih bagus (tidak karatan), lalu pakai wire cutter, potonglah jari-jari whisk di ujung (yang melengkung), sehingga whisk anda akan ‘gundul’. Gunakan whisk ini untuk membuat spun sugar.
Sugar Syrup

Silakan pilih:
Medium use 1 ¼ cups sugar to 1 cup water.
Heavy use 1 ¼ cups sugar to ⅞ cup water.

Step :

1. Heat the sugar syrup to 311 F then plunge into a pan of cold water to halt the cooking process.
2. Cover your work surface with parchment paper. Holding a rolling pin in one hand over the paper, dip the whisk into the sugar syrup and flick it back and forth over the rolling pin so that railing threads are formed.
3. Gently gather up the strands and fold them back over the rolling pin. Loosen and lift them or slide them off the pin gently.
4. Break the sugar in half and gently shape each half as desired in your hands.

CERITA DIBALIK PEMBUATAN SPUN SUGAR
Untuk bikin spun sugar ini aku nggak mau ngorbanin whisk untuk digundulin.. sayang dong, masih sering dipake soalnya.. aku pakai garpu (karena waktu aku lihat di youtube ada yang bikinnya pakai garpu), dan untuk menahan rambut2nya aku pakai 3 buah sedotan yang diganjel di atas kompor. Lantai aku alasin kertas roti. Sederhana dan semua alat yang dibutuhkan ada di rumah..
Bahan2 yang dibutuhkan hanya gula dan air. Aku pakai yang heavy use.
Proses pembuatan karamelnya yang cukup bikin deg2an karena syrup gula untuk karamel nggak jadi2, malah mengkristal..
Ditunggu2 cukup lama koq nggak cair2.. akhirnya ditambahin air, didiamkan sampai mencair.. alhamdulillah jadi juga karamelnya.. terlalu semangat mencelupkan ke air es karena tadinya terlalu encer (padahal di milis udah dibilangin celupin sekali aja, aku sampe 3 kali!), alhasil malah jadi kental banget.. wah.. buru2 dimulai deh proses bikin rambut bidadari.. mungkin karena karamelnya terlalu kental, proses pembuatan rambut2nya nggak perlu diciprat2in dengan cepat.. pelan2 aja dan hasilnya memang berambut tapi nggak terlalu halus rambut2nya..Percobaan pertama hasilnya seperti ini..

Karamel yang mengental lalu dipanaskan lagi.. mulai lagi proses pembuatan rambut2 bidadari, kali ini si bungsu yang dari awal semangat banget pengen bantu dan dengan sabar nungguin karamel yang nggak jadi2 ikutan bantuin bikin rambut2nya.. tuh tangannya ikutan eksis..Hasilnya seperti ini.. jadi mirip sarang burung ya.. hehe...

Alhamdulillah akhirnya berhasil menaklukkan Spun Sugar, meskipun hasilnya belum terlalu sempurna.. tapi masih penasaran pengen bikin lagi..

Dan, lulus!

Buat ibu2 host yang cantik2.. Lanny & Ayu.. makasih ya.. selamat bekerja.

Sunday, January 30, 2011

KBB #21: Creme Brulee


Menjelang akhir tahun 2010 lalu, datang surcin yang dikirim oleh host KBB #21, yaitu 2 teman baikku yang domisili di Bandung.. Mira & Molly..
Begini nih katanya:
"Memasuki tahun baru 2011, mareee kita sambut dengan baking yang creamy-creamy seger. Kalo gak lewat tantangan KBB, kayaknya agak susah kita bisa sempetin nyobain bikin fancy dessert seperti yang satu ini." ...... dst...
Betul kata ibu2 host, kalau nggak ada tantangan dari KBB belum tentu aku mau nyempetin nyoba resep ini.. Terima kasih KBB, perbendaharaan resepku jadi semakin kaya..

Resep yang aku pakai adalah resep postingan ibu2 host, dari akang Jamie Oliver.

Bahan2nya:
Vanilla pods, kuning telur, gula, double cream, susu, apel.

Sebagian dari creme brulle yang aku praktekin ini aku tambahin apel, maksudnya sebagai pengganti rhubarb. Tapi ternyata pemilihan apel kurang tepat karena apel rasanya manis, sementara rasa custardnya sendiri udah manis, sedangkan rhubarb rasanya asam, dipadu dengan manis lebih pas.

Proses Pembuatannya:
Vanilla pods, diambil bijinya. Adonan setelah dikocok dan disaring.
Siap di oven dengan cara au bain marie.
Karena nggak punya blow torch, di'bakar' pakai api atas sebentar.

Hasilnya:
Setelah di'bakar' atasnya..

Yang Polos..


Yang pake apel.

Link KBB#21 dan resepnya bisa diintip kesini..

Dan, dapat logo lulus.. alhamdulillah..


Sampai jumpa di KBB#22